Soal
Jelaskan secara rinci dan detail
tentang Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC)
Penjelasan disertai gambar
ilustrasi, grafik, tabulasi dan contoh implementas
QUALITY
ASSURANCE (QA)
Quality assurance (QA) adalah aturan baku industri
yang dijadikan acuan perusahan guna memutuskan apakah produk dan layanan yang
dihasilkan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan
Tujuan utama sistem quality assurance adalah
membangun kepercayaan konsumen terhadap perusahaan sebagai produsen, selain itu juga sebagai metode guna mengoptimalkan proses
kerja dan efisiensi sistem kualitas, hasilnya akan membuat perusahaan dapat
bersaing dengan perusahaan lainnya dalam industri yang sama.
Manfaat dari Quality Assurance (Jaminan
Kualitas)
Quality assurance memotivasi dan mengarahkan
perusahaan untuk menghasilkan produk dan layanan sesuai kebutuhan, harapan dan
tuntutan konsumen.
Jika harapan itu terpenuhi maka menghasilkan
produk berkualitas tinggi sehingga meningkatkan loyalitas dan kepercayaan
konsumen kepada perusahaan.
Selain itu, QA juga mencegah terjadinya cacat
produk sehingga akan meminimalisir pengeluaran perusahaan karena proses
produksi berjalan efektif.
Metode Quality Assurance (Jaminan Kualitas)
Jaminan kualitas menggunakan salah satu dari
tiga metode:
1.
Pengujian
kegagalan (failure testing), ini adalah
metode dimana perusahaan melakukan pengujian terus-menerus kepada produknya
untuk menentukan apakah terjadi kegagalan atau kerusakana. Misalkan pada produk
fisik, perusahaan melakukan uji panas, getaran atau tekanan.
2.
Statistical
process control (SPC), ini merupakan metodologi yang
dikembangkan oleh Walter Shewhart dari Werstern Electric Company dan Bell
Telephone Laboratories, dimana metodologi ini melakukan pengelolaan dan
pengendalian produksi produk menggunakan metode statistik.
3.
Total
quality management (TQM), dimana metode
ini menggambarkan pendekatan manajerial pada sukses jangka panjang berdasarkan
kepuasaan konsumen. Ini adalah metode dimana seluruh anggota perusahaan harus
berpartisipasi dalam proses optimasi layanan dan produk berserta suasana
kerja. (Silahkan untuk lebih jelasnya baca pengertian Total Quality
Management (TQM)
Pengertian Quality Control
Terdapat beberapa pengertian ahli tentang Quality Control diantaranya ialah, menurut Dr. K. Ishikawa Pengendalian kualitas atau Quality Control adalah suatu kegiatan meneliti, mengembangkan, merancang dan memenuhi kepuasan konsumen, memberi pelayanan yang baik dimana pelaksananya melibatkan seluruh kegiatan dalam perusahaan mulai dari pimpinan teratas sampai karyawan pelaksana. Sedangkan menurut Feightboum Quality Control adalah suatu sistem yang efektif untuk mengintegrasikan kegiatan – kegiatan pemeliharaan dan pengambangan mutu dalam suatu organisasi sehingga dapat diperoleh produksi dan servis dalam tingkat yang paling ekonomis dan memuaskan konsumen.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa quality control yaitu aktivitas menjaga standarisasi kualitas suatu produk atau material mulai dari proses persiapan, penyimpanan produk, hingga sampai ke konsumen.
2. Tujuan Quality Control
Tujuan dari pengendalian kualitas adalah mengendalikan kualitas produk atau jasa yang dapat memuaskan konsumen sesuai dengan rencana perusahaan. Pengendalian kualitas statistik merupakan suatu alat tangguh yang dapat digunakan mengurangi biaya, menurunkan cacat dan meningkatkan kualitas pada proses manufakturing.
3. Tanggung jawab dari Quality Control
a. Memantau perkembangan semua produk yang diproduksi oleh perusahaan.
b. Bertanggung jawab untuk memperoleh kualitas dalam produk dan jasa perusahaannya.
c. Tugas utama Quality Control tetap sama di semua industri Namun, metode untuk menentukan kualitas suatu produk bervariasi setiap perusahaan.
d. Dalam produk material, QC harus memverifikasi kualitas produk dengan bantuan parameter seperti berat badan, tekstur dan sifat fisik lain dari perusahaan.
e. Dalam industri mekanik QC menjamin kualitas setiap bagian secara individual. Demikian juga, untuk setiap industri metode ini bervariasi setiap produk.
f. QC memonitor setiap proses yang terlibat dalam produksi produk.
g. Memastikan kualitas barang yang dibeli serta barang jadi.
h. Merekomendasikan pengolahan ulang produk-produk berkualitas rendah.
i. Bertanggung jawab untuk dokumentasi inspeksi dan tes yang dilakukan pada produk dari sebuah perusahaan.
j. QC harus memastikan produk dari standar perusahaan memenuhi mutu ISO seperti 9001, ISO 9002 dll
k. Menjaga checklist proses inspeksi dan protokol yang digunakan dalam suatu perusahaan.
l. Bertanggung jawab untuk mengidentifikasi masalah dan isu-isu mengenai kualitas produk dan juga harus membuat rekomendasi kepada otoritas yang lebih tinggi.
m. Membuat analisis catatan sejarah perangkat dan dokumentasi produk sebelumnya untuk referensi di masa mendatang.
4. Langkah Quality Control
a. Penentuan standar. Menentukan standar kualitas produksi sesuai dengan SOP perusahaan.
b. Konfirmasi. Membandingkan hasil produksi dengan ukuran standar yang telah ditentukan.
c. Tindakan koreksi pada produk yang dianggap gagal.
d. Rencana perbaikan. Menggambil usaha terus menerus untuk memperbaiki standar mutu.
5. Tools yang digunakan untuk quality control
a. Piranti Data Verbal untuk Perbaikan Kualitas
- Diagram Alur (Flow Chart)
Diagram alur adalah gambaran skematik diagram yang menunjukkan seluruh langkah dalam suatu proses dan menunjukkan bagaimana langkah itu saling mengadakan interaksi satu sama lain.
- Diagram Sebab-Akibat (Cause and Effect Diagram)
Diagram sebab-akibat merupakan suatu pendekatan terstruktur yang memungkinkan dilakukan suatu analisis lebih terperinci dalam menemukan penyebab-penyebab suatu masalah, ketidaksesuaian dan kesenjangan yang ada.
- Kertas Periksa (Check Sheet)
Kertas periksa merupakan piranti yang digunakan untuk menghitung seberapa sering sesuatu terjadi dan digunakan dalam pengumpulan dan pencatatan data.
- Diagram Pencar (Scatter Diagram)
Diagram pencar merupakan diagram yang menunjukkan kemungkinan hubungan antara pasangan dua macam variabel dan menunjukkan keeratan hubungan antara dua variabel tersebut yang sering diwujudkan sebagai koefisien korelasi.
- Diagram Perjalanan (Run Chart)
Diagram perjalanan adalah grafik yang menunjukkan variasi ukuran sepanjang waktu, kecenderungan, daur dan pola-pola lain dalam suatu proses.
- Control Chart
Control Chart merupakan grafik yang menyerupai run chart yang digunakan untuk menentukan apakah suatu proses berada dalam keadaan in control atau out control.
b. Piranti Data Numerik untuk Perbaikan Kualitas
Pareto chart adalah alat yang digunakan untuk membandingkan berbagai kategori kejadian yang disusun menurut ukurannya untuk menentukan pentingnya kategori kejadian-kejadian atau sebab-sebab yang akan dianalisis.
Histogram adalah alat yang digunakan untuk menunjukkan variasi data pengukuran dan variasi data proses.
Brainstorming merupakan cara untuk memacu pemikiran kreatif guna mengumpulkan ide-ide dari suatu kelompok dalam waktu yang relative singkat.
4. Diagram Gabungan (Alternative Diagram)
Diagram gabungan adalah diagram yang digunakan untuk menyaring data yang berjumlah besar dan menciptakan pola pikir baru.
6. Keahlian yang dibutuhkan Quality Control
QC keahliannya harus didasarkan pada inspeksi visual dari suatu kualitas produk. Dia harus memiliki pendekatan profesional mengenai metode jaminan kualitas dan mampu menggunakan alat-alat canggih untuk tujuan ini. QC juga harus memiliki keterampilan dokumentasi profesional untuk proses jaminan kualitas. Kualitas yang diinginkan dalam setiap produk saat ini. Oleh karena itu, QC dibutuhkan dalam setiap bidang seperti konstruksi, pertanian, barang-barang konsumen, peralatan medis, baik teknis, transportasi dan berbagai layanan lainnya. QC harus bekerja dalam koordinasi dengan departemen lain seperti produksi, manufaktur, pengepakan dan pemasok.
7.Kualifikasi QC
Kualifikasi penting yang dibutuhkan untuk menjadi QC adalah ijazah sekolah tinggi atau Diploma ataupun Sarjana bidang yang sesuai dengan pekerjaan di atas. Dia harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik lisan dan tertulis. Dia harus baik dalam perhitungan aritmatika dan memiliki bakat mekanik bila diperlukan. Pengalaman lebih dari 2 tahun biasanya diperlukan untuk menjadi QC di lapangan diperlukan. Kemampuan untuk menggunakan komputer dan utilitas juga wajib dimiliki Qc. Dengan sertifikasi dan program pelatihan yang ditawarkan oleh organisasi internasional untuk Kualitas dapat membantu untuk memperoleh pekerjaan sebagai QC lebih nyaman. Hal ini juga dianjurkan untuk memiliki pengetahuan kerja departemen lain dari perusahaan dan aturan dan peraturan yang dapat membantu untuk mempertahankan standar kualitas dengan cara yang lebih efektif.
Komentar
Posting Komentar